dandelion ツ

Jumat, 13 Februari 2015

Iseng boleh lah yaaa x)


Sms terakhir yang kamu dapat: 
Semangat uums.. Satu kata biasa yang berefek luar biasa.

Kesan terhadap kamar yang terakhir kamu tumpangi: 
Nyaman. Semoga menyamankan juga ^_^

Kesan terhadap kado terakhir yang kamu dapat: 
Buku Sirah Nabawiyah spesial karena dari SESEORANG spesial (jadi yang spesial bukunya apa yang ngasih, Um? :P)
Kesan terhadap orang yang terakhir menyita pikiranmu:
Terlalu spesial. 

Kesan terhadap pesan yang terakhir kamu berikan:
Urip kuwi sawang sinawang :D

Kesan terhadap baju terakhir yang kamu pakai:
Baju rumahan yang adem banget bikinan ibuk

Kesan terhadap ujian yang terakhir kamu dapatkan:
Alhamdulillah... banyak memang yang saya belum tau ^_^ 

Kesan terhadap buku terakhir yang kamu baca:
99CDLE. Bahasanya berat. Merayap kecepatan
membacanya. Sayang, baru nyampe halaman 131 :( 

Kesan terhadap kondisi terakhir fisikmu:
Tambah gendut, kan lagi perbaikan gizi di rumah hehe

Kesan terhadap anak kecil yang terakhir kamu lihat:
Usianya 5 bulan. Pengen aku culikkkkk!! 

Kesan terhadap kaos kaki yang terkahir kamu pakai:
Ni apaan dah pertanyaannya? -_- Suka kaos kaki yang bahannya seperti itu, sayang mahal :( 

Kesan terhadap cita2 yang terakhir kamu punya:
Cita2 jujur atau cita2 yang sudah penuh renovasi nih? Semoga terjaga kelurusan niatnya, semoga Allah berikan kekuatan untuk mewujudkannya. 

Kesan terhadap orang yang terakhir kamu puji:
tadi pagi saya bilang kalo dia itu nggak pernah mau ngalah sama keadaan. Pantang menyerah dan ulet. Pengen aja gitu bisa kayak dia, nggek dikit2 ngeluh hehe

Kesan terhadap keluhan terakhir yang kamu dengar:
Bayangan kita atas suatu kesulitan itu kadang
berlebihan.
Face it! Tidak semengerikan itu. 

Kesan terhadap lagu yang terakhir kamu dengar:
Lagu Jambu: Janjimu busuk. Gedubrak! Lewat
kuping pas lagi bantuin ibuk jualan di pasar. Aw aw aw... 

Kesan terhadap permainan yang terakhir kamu mainkan:
Permainan kognitif berjudul metodologi penelitian >,< 

Kesan terhadap cemilan terakhir yang kamu makan:
sambel goreng usus, aku sendiri yang bikin. Nggak kalah lho sama chef Juna hehe

Kesan terhadap masalah yang kamu hadapi: 
Hm... 
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.. (2: 286) 

Etika di dalam Mejelis Ilmu mengkaji Q.S Al-Hujurat ayat 2

Assalamu'alaykum tamaaaangs :D
Nyadar nggak sih ketika kita lagi ikut kajian, ataupun perkuliahan, ataupun mengikuti forum apapun kita kadang diingetin sama panitia (atau sesama peserta) kajian, atau mereka yang ada di dalam forum agar kita ga ngobrol atau make some noise lainnya. Hp juga dituntut dalam mode silent. Ya ga? Dulu sih saya telen mentah aja, pikir saya : biar ga ganggu teman lain yang sedang i
kut kajian juga kali, ya. Tapi honestly, saya masih beberapa kali ~ err kadang ~ eerrr sering tergoda untuk ngobrol, ngejokes sama teman sebelah, bahkan bisa sampai cekikikan perlahan. (sekali lagi) pikir saya : asal ga ganggu teman yang lain, gapapa kali, ya. Wajar deh kayanya ice breaking bentar ==v #istighfar
Tapi ternyata ga sesederhana itu, gaes :( Dari surat al-hujurat ayat 2 kita bisa belajar, dan alhamdulillah sempet dibahas ketika saya mengikuti perkuliahan tafsir al-qur'an juga, bahwa kita ga boleh meninggikan suara ketika berada di dalam majelis ilmu, terlebih majelis ilmu yang membahas mengenai Islam. Bukan hanya agar kita ga ngusik peserta kajian lainnya, dan bukan hanya agar kita ga jadi distraktor si pengisi kajian. Bukan hanya karena itu. Jika kita asik mengobrol, suka tidak suka, akuilah bahwa di saat yang sama kita sedang menomorduakan isi kajiannya :( Iya, sengaja atau tidak sengaja. Coba jujur deh sama diri sendiri. Ketika kita asik ngobrol sendiri, berarti kita sedang abai kan dengan isi kajian? Padahal yang sedang disampaikan adalah kalimah Allah, loh. Adakah yang lebih penting? Adakah yang lebih agung? #istighfar . 

Highlightnya bukanlah kerasnya suara, tapi peremehan, pengabaian yang kita lakukan. Pun main hape, ngegame, ngerjain tugas, sengaja tidur, dan aktivitas lainnya yang kita lakukan namun tidak berhubungan dengan kajian. Itu juga termasuk "meninggikan suara dalam majelis". Ih.. kalo ga didikte gini, diri ini suka ga nyadar deh. Sering luput dan ga mikir panjang :"(.
Emang ya, kadang kita masih suka ga nyadar ngelakuin sesuatu yang sebenarnya ga maksud kita lakuin (??) #sigh #istighfarbanyakbanyak
Dan sedihnya, bagi kita yang "meninggikan suara" dalam majelis ilmu Islam, tertulis bahwa akan lenyap hilang fyuuuuh pahala²nya. Lenyap, tanpa tanda, tanpa kode, tanpa kita sempat menyadarinya. Sedih ya.. :( sayang aja gitu.. entah sudah berapa punya saya yang menguap. #istighfar
Perbaiki sikap. Jadi lebih beradab yuuuuh :D

Jumat, 12 September 2014

Selogriyo, Inilah Indonesia

Mungil nan eksotis, melukiskan bangunan candi tersebut. Memang ada banyak candi keren di Indonesia yang patut dikunjungi. Salah satunya adalah Candi Selogriyo yang ada di kabupaten Magelang. Anda pasti akan takjub dengan pemandangan yang ditawarkan.

Berbeda dengan Borobudur, Mendut,  dan lainnya, orang-orang asing yang berkunjung ke Candi Selogriyo selalu menyebut perjalanannya "hiking", bukan "visiting". Selain tentang Candi Selogriyo-nya sendiri, beberapa traveller sepertinya lebih terkesan pada panorama di sepanjang perjalanan yang mereka lalui.

"As for Selogriyo, itself, well the journey is the highlight", kata Rishi Sankar, traveller asal Trinidad yang bekerja di sebuah perusahaan IT di Vancouver, Canada. Ia menulis di website pribadinya, Rishiray.com

Mindy McAdams, profesor jurnalistik dari Universitas Florida, Amerika Serikat, lebih kerap mengunggah foto-foto terasering persawahan dan aktivitas petani ketimbang Candi Selogriyo. Ia juga banyak memotret perbukitan dari jalan setapak menuju candi itu. Foto-foto McAdams tentang perjalanannya ke Selogriyo, bisa dilihat di website fotografi Flickr.com.

Baik Rishi Sankar maupun Mindy McAdams ber-hiking ke Candi Selogriyo pada 2011.

"Beberapa tahun belakangan, rata-rata 2 ribu orang asing tiap tahun. Bisa kurang, tapi sering lebih banyak", kata Maryono, petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Bersama Edi, kakaknya, Maryono ditempatkan di Candi Selogriyo sejak 1989.

Jumlah pengunjung Candi Selogriyo terus meningkat dari tahun ke tahun. Bulan Desember 2013 baru berjalan 3 hari, namun pengunjung yang mengisi buku absen sudah 72 orang. "Bulan November kemarin yang paling sedikit", kata Maryono. Jumlahnya hanya 774 orang, 120 diantaranya turis mancanegara.

Sebelumnya, yakni pada Oktober 2013, tercatat 1.254 wisatawan yang mengisi buku absen. Sebanyak 176 diantaranya berkewarganegaraan asing. "Sebelum Oktober bisa 1.400an orang", jelasnya. Pada bulan Februari dan hingga pertengahan Maret 2014, pelancong yang mendatangi Candi Selogriyo tercatat sebanyak 873 orang dan 551 pengunjung.

Candi Selogriyo, yang disebut-sebut sebagai peninggalan Wangsa Sanjaya pada abad ke-8, terletak di puncak sebuah bukit di Dusun Campur Rejo, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Luas puncak bukit tempat dibangunnya Candi Selogriyo sekitar 300 meter persegi. Sedangkan tanah milik Pemerintah Kabupaten Magelang, yang terentang mulai gerbang utama candi sampai pagar di puncak bukit, seluas 1.195 meter persegi.

Memasuki gapura Dusun Campur Rejo hingga gerbang utama Candi Selogriyo, lebar jalan rata-rata hanya sekitar satu meter. Sebagian jalan menuju Selogriyo sudah dipaving. Sebagian lainnya, jalan setapak yang membelah areal persawahan penduduk, masih tetap dibiarkan sebagai jalan tanah. Bulan Juli lalu, Pemerintah Kabupaten Magelang menambah paving sepanjang hampir 400 meter.

Bagi penyuka wisata alam, perjalanan ke Candi Selogriyo, bisa jadi agenda menarik. Namun demikian, yang tetap perlu diwaspadai adalah kondisi jalan menanjak yang lebarnya cuma sekitar satu meter.

Selepas jalan tanah diantara persawahan penduduk, pengunjung akan melewati jalan perbukitan dengan jurang yang cukup curam di salah satu sisinya. Sayangnya, sampai sekarang belum juga dibuat semacam pembatas, sebagai penanda agar pengunjung yang  bersepeda atau pengendara motor lebih berhati-hati tatkala melalui jalan tersebut.

Selain panorama persawahan dan candi, kawasan ini sesungguhnya masih menyimpan sejumlah potensi wisata. Sekitar 2 kilometer di sebelah utara candi, terdapat curug atau air terjun yang belum punya nama. .

Pun di bukit di sebelah barat Candi Selogriyo, tembus ke Desa Klegen, Kecamatan Bandongan Melalui jalan setapak di bukit yang ditumbuhi beragam pepohonan besar itu, beberapa anak muda sering datang ke tempat tersebut untuk sekedar camping.

Kamis, 02 Januari 2014

sedang semangat belajar yuhuuuu~

pokoknya saya lagi semangat buangeeet nih! Jarang lhooh semangat banget buka textbook dalam waktu yang lama dan menekuri tiap baris kata-katanya sampai tuntas dengan rasa legowo, ikhlas, rela, ridho, senang, dan kawan-kawannya lah :D ternyata belajar kalo disertai rasa senang sangat menguntungkan, ya! yess, saya punya resep sukses belajar. Kayanya manjur nih. Yaitu, jalani semuanya dengan perasaan senang. Yess, sipiriliii... konsep basi yang baru saya alami. hueheee~

syemaaaaaangaaaat

Demonstrasi? Bagaimana? CMIIW ^_^

Tanpa bermaksud mengecilkan apa yang dikorbankan untuk demonstrasi :) tapi dalam kenyataan yang terjadi sekarang ini terlihat bahwa demonstrasi telah kehilangan relevansinya. Aksi-aksi mahasiswa dan ormas, serikat buruh, massa tak dikenal dan lain-lain yang mengklaim sebagai pejuang masyarakat atau korban otoritas tirani kini tampaknya hanya menjadi angin lalu.  Bahkan aksi-aksi demonstrasi saat ini, telah mengundang cemoohan akibat kerugian kolektif secara material atau moril bagi masyarakat luas. Ban-ban yang dibakar, pagar-pagar yang diruntuhkan, pendopo-pendopo Pemda dan pos-pos polisi yang dibakar, mulut-mulut yang dijahit, serta korban-korban yang berjatuhan akibat aksi anarki telah menjadi kenyataan menyedihkan yang berujung tanpa solusi. Aksi-aksi ini mungkin akan mengundang wartawan media, tapi tidak membuat keputusan-keputusan publik berubah. Nihil adalah hasil yang riil. Pemerintah, yang biasanya menjadi objek demonstrasi, pun telah menjadi kebal terhadap aksi protes ini.

Maka kesadaraan akan konteks perjuangan menjadi penting. Ini bukan saatnya mahasiswa dan masyarakat “meruntuhkan tembok”, tetapi mengisi ruang kosong yang merupakan sisa-sisa keruntuhan tembok kelaliman. Mengisi ruang publik adalah area perjuangan yang lebih relevan. Menjadi pejabat publik yang amanah, menjadi legislator yang memperjuangkan kepentingan rakyat, menjadi pengusaha yang membuka lapangan kerja, menjadi pegawai negeri yang mau melayani masyarakat, menjadi pegawai swasta yang taat pajak, menjadi aktivis LSM yang tulus memperjuangkan rakyat, menjadi insan pers yang kritis, konstruktif, dan tanggung jawab, menjadi oposan yang ikhlas atau bahkan menjadi pengangguran yang santun adalah posisi dalam ruang publik yang terbuka lebar pasca Orde Baru.

kelahiran dandelion

hei guyssss :D
udah 2014 nih, udah hampir menginjak usia sembilan belas taun huehe, hal yang wajar jika saya menginginkan sesuatu yang baru dari diri saya, termasuk lahirnya blog baru yang bernama daendelion ini.

Well, saya mau kenalan dulu, ya :)
saya Umarroh (simpel, padat, jelas, kaan :D).
temen-temen manggil saya dengan sebutan Uma, Uum, Um-um, si gembul, Umar, Maeroh, si item, si aneh, arenum, uranium, yaa begitulah kekeke~

Dalam tubuh saya mengalir darah Jepara~Magelang. Saya lahir di gubuk kecil tempat abah dan ibu saya dulu tinggal (sekarang sudah tidak ada), tepatnya di dusun Krajan, Krasak,Salaman, Kabupaten Magelang, di hari Selasa kliwon dini hari sekali, tanggal 11 April 1995. Saya adalah pertama anak dari Ibu Robiatul Khasanah dan abah Drs. Abdillah, orangtua terbaik di di seluruh dunia. Saya punya 2 adik yang kesemuanya perempuan, Nurul Muthmainnah dan Khuzamah Arahma. Sungguh mereka adalah orang2 yang mewarnai hidup saya dengan warna-warna terindah, sehingga lukisan kenangan yang mereka hasilkan tidak bisa ditukar dengan uang sebesar berapa pun. Saya sangat menyayangi mereka, setelah Allah dan Rasul Allah <3


duh jadi terngiang lagunya edcoustic yang ini nih:
jreeeeeng....

bila kuingat siapa yang selalu di sini..
memahami semua egoku..
hanya mereka yang bisa..

bila kuingat siapa yang selalu kulupa..
namun tak pernah lupakanku..
hanya mereka yang bisa..
yang memberi cinta tanpa kata..

oke. balik lagi.. Sekarang saya adalah mahasiswa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Walisongo, angkatan 2013. Dan sementara ini saya tinggal di Ma'had Walisongo dengan pengasuh Bapak Dr. KH. Fadlolan, Lc, Ma. Saya mesti memang tinggal jauh dari keluarga besar saya di Magelang, tapi inshaa Allah, memang ini yang terbaik buat saya. Di Semarang, saya banyak mendapatkan hal baru. Sungguh! Soo different. I love Semarang, but I love Magelang, more :p. Dan yang masih jadi PR besar saya sampai saat ini adalah belajar bahasa Arab! Haha karena saya kuliah di Institut Agama Islam. It's so difficult memang karena notabene dulu saya graduated from STM (SMK Teknik, red), tapi Uma kudu belajar dan belajar..

Dulu saya habiskan masa SMA saya di SMK Negeri 1 Magelang. SMK yang lumayan difavoritkan oleh anak2 daerah saya, kenapa? karena satpamnya killer (pak parman, red). Hehe. Saya mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan. Ya, karena saya senang sekali nguprek komputer sejak smp. sebelum saya diterima disitu, saya sempat diterima di SMA Negeri 1 Purworejo, namun Allah lebih menakdirkan saya untuk menghabiskan masa SMA saya di SMK Negeri 1 Magelang.

Saya lalui masa SMP saya di SMP Negeri 1 Salaman. Yup, sekolah yang megajarkan saya betapa pentingnya menjadi diri sendiri namun tetap harus mengerti keadaan sekelilingnya. Di masa ini saya mulai intensif memakai jilbab.

Sebelumnya adalah masa SD, guru2 SD Negeri Krasak 01 turut andil dalam pembentukan kepribadian saya. Trimakasih banyak, pak, bu. Mereka mendidik saya menjadi orang yang tidak rendah diri, ayo maju, Uum! Tunjukkan dirimu.

Well, TK. TK RA P2A Krasak. Sungguh saya masih sering main ke TK hehe.. (lhawong cuman sebelahan sama rumah :p)

Jika belum sempat silaturahmi secara langsung, saya bisa dihubungi di;

Facebook: umarroh
Private email: umaadamanik@gmail.com
Website: http://umaadamanik.blogspot.com


motto: Sholihah Kontributif Original Merciful Interact (S.KOM.I)



Doakan menjadi hamba Allah yang senantiasa bertaqwa, anak yang senantiasa berbakti pada kedua orangtua, wanita sholehah yang bisa membangun basis peradaban yang kuat dan beriman kelak, Komunikator yang bermanafaat bagi semua kalangan manusia, hamba yang senantiasa istiqomah, bisa menginpirasi lewat menulis, bisa buka lapangan usaha dan menciptakan pekerjaan bagi oranglain, bisa haji bareng keluarga. Hidup dan mati di jalan Allah. bismillaaaaah..