dandelion ツ

Kamis, 02 Januari 2014

sedang semangat belajar yuhuuuu~

pokoknya saya lagi semangat buangeeet nih! Jarang lhooh semangat banget buka textbook dalam waktu yang lama dan menekuri tiap baris kata-katanya sampai tuntas dengan rasa legowo, ikhlas, rela, ridho, senang, dan kawan-kawannya lah :D ternyata belajar kalo disertai rasa senang sangat menguntungkan, ya! yess, saya punya resep sukses belajar. Kayanya manjur nih. Yaitu, jalani semuanya dengan perasaan senang. Yess, sipiriliii... konsep basi yang baru saya alami. hueheee~

syemaaaaaangaaaat

Demonstrasi? Bagaimana? CMIIW ^_^

Tanpa bermaksud mengecilkan apa yang dikorbankan untuk demonstrasi :) tapi dalam kenyataan yang terjadi sekarang ini terlihat bahwa demonstrasi telah kehilangan relevansinya. Aksi-aksi mahasiswa dan ormas, serikat buruh, massa tak dikenal dan lain-lain yang mengklaim sebagai pejuang masyarakat atau korban otoritas tirani kini tampaknya hanya menjadi angin lalu.  Bahkan aksi-aksi demonstrasi saat ini, telah mengundang cemoohan akibat kerugian kolektif secara material atau moril bagi masyarakat luas. Ban-ban yang dibakar, pagar-pagar yang diruntuhkan, pendopo-pendopo Pemda dan pos-pos polisi yang dibakar, mulut-mulut yang dijahit, serta korban-korban yang berjatuhan akibat aksi anarki telah menjadi kenyataan menyedihkan yang berujung tanpa solusi. Aksi-aksi ini mungkin akan mengundang wartawan media, tapi tidak membuat keputusan-keputusan publik berubah. Nihil adalah hasil yang riil. Pemerintah, yang biasanya menjadi objek demonstrasi, pun telah menjadi kebal terhadap aksi protes ini.

Maka kesadaraan akan konteks perjuangan menjadi penting. Ini bukan saatnya mahasiswa dan masyarakat “meruntuhkan tembok”, tetapi mengisi ruang kosong yang merupakan sisa-sisa keruntuhan tembok kelaliman. Mengisi ruang publik adalah area perjuangan yang lebih relevan. Menjadi pejabat publik yang amanah, menjadi legislator yang memperjuangkan kepentingan rakyat, menjadi pengusaha yang membuka lapangan kerja, menjadi pegawai negeri yang mau melayani masyarakat, menjadi pegawai swasta yang taat pajak, menjadi aktivis LSM yang tulus memperjuangkan rakyat, menjadi insan pers yang kritis, konstruktif, dan tanggung jawab, menjadi oposan yang ikhlas atau bahkan menjadi pengangguran yang santun adalah posisi dalam ruang publik yang terbuka lebar pasca Orde Baru.

kelahiran dandelion

hei guyssss :D
udah 2014 nih, udah hampir menginjak usia sembilan belas taun huehe, hal yang wajar jika saya menginginkan sesuatu yang baru dari diri saya, termasuk lahirnya blog baru yang bernama daendelion ini.

Well, saya mau kenalan dulu, ya :)
saya Umarroh (simpel, padat, jelas, kaan :D).
temen-temen manggil saya dengan sebutan Uma, Uum, Um-um, si gembul, Umar, Maeroh, si item, si aneh, arenum, uranium, yaa begitulah kekeke~

Dalam tubuh saya mengalir darah Jepara~Magelang. Saya lahir di gubuk kecil tempat abah dan ibu saya dulu tinggal (sekarang sudah tidak ada), tepatnya di dusun Krajan, Krasak,Salaman, Kabupaten Magelang, di hari Selasa kliwon dini hari sekali, tanggal 11 April 1995. Saya adalah pertama anak dari Ibu Robiatul Khasanah dan abah Drs. Abdillah, orangtua terbaik di di seluruh dunia. Saya punya 2 adik yang kesemuanya perempuan, Nurul Muthmainnah dan Khuzamah Arahma. Sungguh mereka adalah orang2 yang mewarnai hidup saya dengan warna-warna terindah, sehingga lukisan kenangan yang mereka hasilkan tidak bisa ditukar dengan uang sebesar berapa pun. Saya sangat menyayangi mereka, setelah Allah dan Rasul Allah <3


duh jadi terngiang lagunya edcoustic yang ini nih:
jreeeeeng....

bila kuingat siapa yang selalu di sini..
memahami semua egoku..
hanya mereka yang bisa..

bila kuingat siapa yang selalu kulupa..
namun tak pernah lupakanku..
hanya mereka yang bisa..
yang memberi cinta tanpa kata..

oke. balik lagi.. Sekarang saya adalah mahasiswa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Walisongo, angkatan 2013. Dan sementara ini saya tinggal di Ma'had Walisongo dengan pengasuh Bapak Dr. KH. Fadlolan, Lc, Ma. Saya mesti memang tinggal jauh dari keluarga besar saya di Magelang, tapi inshaa Allah, memang ini yang terbaik buat saya. Di Semarang, saya banyak mendapatkan hal baru. Sungguh! Soo different. I love Semarang, but I love Magelang, more :p. Dan yang masih jadi PR besar saya sampai saat ini adalah belajar bahasa Arab! Haha karena saya kuliah di Institut Agama Islam. It's so difficult memang karena notabene dulu saya graduated from STM (SMK Teknik, red), tapi Uma kudu belajar dan belajar..

Dulu saya habiskan masa SMA saya di SMK Negeri 1 Magelang. SMK yang lumayan difavoritkan oleh anak2 daerah saya, kenapa? karena satpamnya killer (pak parman, red). Hehe. Saya mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan. Ya, karena saya senang sekali nguprek komputer sejak smp. sebelum saya diterima disitu, saya sempat diterima di SMA Negeri 1 Purworejo, namun Allah lebih menakdirkan saya untuk menghabiskan masa SMA saya di SMK Negeri 1 Magelang.

Saya lalui masa SMP saya di SMP Negeri 1 Salaman. Yup, sekolah yang megajarkan saya betapa pentingnya menjadi diri sendiri namun tetap harus mengerti keadaan sekelilingnya. Di masa ini saya mulai intensif memakai jilbab.

Sebelumnya adalah masa SD, guru2 SD Negeri Krasak 01 turut andil dalam pembentukan kepribadian saya. Trimakasih banyak, pak, bu. Mereka mendidik saya menjadi orang yang tidak rendah diri, ayo maju, Uum! Tunjukkan dirimu.

Well, TK. TK RA P2A Krasak. Sungguh saya masih sering main ke TK hehe.. (lhawong cuman sebelahan sama rumah :p)

Jika belum sempat silaturahmi secara langsung, saya bisa dihubungi di;

Facebook: umarroh
Private email: umaadamanik@gmail.com
Website: http://umaadamanik.blogspot.com


motto: Sholihah Kontributif Original Merciful Interact (S.KOM.I)



Doakan menjadi hamba Allah yang senantiasa bertaqwa, anak yang senantiasa berbakti pada kedua orangtua, wanita sholehah yang bisa membangun basis peradaban yang kuat dan beriman kelak, Komunikator yang bermanafaat bagi semua kalangan manusia, hamba yang senantiasa istiqomah, bisa menginpirasi lewat menulis, bisa buka lapangan usaha dan menciptakan pekerjaan bagi oranglain, bisa haji bareng keluarga. Hidup dan mati di jalan Allah. bismillaaaaah..